logo menu diet ketogenik

Ebook 3 Minggu Variasi Menu Diet Keto nan Lezat khusus disajikan buat Anda

Persembahan khusus untuk Anda yang baru memulai diet Keto dan masih bingung dalam menjalankannya dan menyusun menu sehari-hari. Ebook ini disusun berdasarkan pengalaman penulis baik dalam menjalankan diet Keto ataupun memasak menu sehari-hari.  

Apakah Berbahaya Bila Kembali Makan Karbo Kalau Tubuh Sudah Ketosis?

Apakah Berbahaya Bila Kembali Makan Karbo Kalau Tubuh Sudah Ketosis?

Kalau tubuh sudah ketosis setelah menjalankan diet ketofastosis atau ketogenik fastosis, lalu kembali makan karbo itu tidak berbahaya dan tidak ada efeknya. Berikut penjelasan mas Tyo Prasetyo, founder KF.

Untuk membatalkan Ketosis, hanya perlu memenuhi Glycogen di liver. Kapasitas Glycogen di liver itu 100g – 120g. Jika makan Karbo / Glukosa yang bisa memenuhi Glycogen di liver (50 – 100g), maka otomatis Ketogenesis di liver akan berhenti.

Karena dalam rantai TCA Cycle di liver, ketogenesis terjadi karena Oxaloacetate sebagai intermediate enzyme untuk merubah Acetyl CoA dari jalur Glycolysis terhadap Glukosa atau dari jalur Beta Oxidation terhadap Lemak dialihkan ke jalur Gluconeogenesis untuk membuat Glukosa kembali, karena menurunnya kadar Gula darah ditubuh akibat Puasa / tidak makan Karbo.

Jadi jika Kadar Gula darah sudah naik dan memenuhi Glycogen di liver kembali, maka Oxaloacetate tidak akan dibutuhkan untuk membuat Gula baru, dan akan menjadi intermediate yang bergabung dengan acetyl CoA untuk masuk ke jalur TCA Cycle sepenuhnya yang menghasilkan NADH dan FADH untuk menghasilkan energi (ATP) di jalur Oxidative Phosporylation lewat electron transport chain di Mitochondria.

Keluar dari Ketosis itu MUDAH. Namun masuk dan beradaptasi kembali ke Ketosis itu Sulit karena harus melalui masa transisi mengoptimalkan Lipolysis terhadap Body Fat dan menyiapkan enzyme metabolisme untuk oksidasi lemak dijalur Beta Oxidation. Dan Glukosa yang masuk akan langsung menggantikan posisi Ketone di darah, sehingga Liver tidak lagi melanjutkan ketogenesis.

Efeknya urinasi akan meningkat karena ketone akan di buang lewat urin, seiring peningkatan gula darah dari asupan makanan (karbo) atau glukosa dari intravena. Lalu kemudian air akan ikut terikat lebih banyak ditubuh seiring pembentukan Glycogen dari efek insulin yang berusaha menyingkirkan glukosa dari darah agar tidak berlebihan.

Pembentukan glycogen di otot dan liver ini akan mengikat air, karena 1g glycogen akan mengikat 3g – 4g air. Otomatis, berat badan akan melonjak drastis dari air yang terikat kembali ditubuh. Dan bila Glukosa ini ekses melebihi kapasitas penyimpanan Glycogen, maka Liver akan kerja keras membentuk Lemak (triglyceride) dari ekses acetyl coA yang dihasilkan dari jalur glycolysis terhadap glukosa. Dan mengirimnya ke jaringan lemak untuk disimpan kembali sebagai lipid darioplet (Body Fat) di dalam sel lemak.

Bahasa sederhananya…

“TIDAK BERBAHAYA”

Gimana.. sederhanakan?

Kalau berbahaya semua orang yang “CHEATING” saat jalankan Fastosis, akan end up di ICU semua. Itu efek terlambatnya insulin mengatasi glukosa yang masuk ke darah dari makanan. Dan justru itu menunjukkan efek “Hyperglycemic” sebenarnya, saat manusia modern sudah “BAAL/KEBAL” dengan Hyperglycemic ini.

Puasa dan Ketosis, membiasakan pancreas tidak sering produksi insulin, sehinga saat di kenalkan karbo kembali, akan telat mengatasi “Efek Buruk” Gula di darah dan ini BAGUS (Early Alarm).

“agar SAKIT = INGAT”

dan gejala yang muncul bersifat “Acute” bukan “Chronic” , sehinga akan resolve dengan mudah karena jika sudah BAAL dgn Hyperglycemic maka ALARM nya akan TELAT bunyinya.

NANTI bunyinya saat Hyperglycemic + Hyperinsulinemia, telah menyebabkan Insulin Resistant, dan Alarm yang Bunyi, adalah manifestasi dari penyakit KRONIS akibat efek Hyperglycemic + Hyperinsulinemia ini seperti Oxidative stress, Mitochondariial Damage, Glycation dan Cross linking.

Setelah itu semua terjadi, pilih mau LATE ALARM mana yang muncul dari gambar dibawah ini?

insulin-resitance

Ketosis itu anti Hypoglycemic, makanya mudah berpuasa panjang tapi tidak Hyperglycemic, makanya mudah mengingatkan kalau Overeating, terutama karena Karbo.

Metabolisme Glukosa itu anti Hyperglycemic, karena mudah menutupi efek overeating, dengan karbo tinggi sekalipun. Karena insulinnya dibiasakan bekerja keras membereskan semua ekses Glukosa di darah, yang akan berbahaya jika berlebihan. Dan akhirnya akan resistant juga di kemudian hari, saat sudah begah semua sel-sel di tubuh oleh insulin dan overeating manusia terhadap Karbo.

Namun kebalikannya metabolisme glukosa RENTAN terhadap Hypoglycemic, sehingga membuat makan karbo itu selalu menjadi kewajiban, dan otomatis, manusia terbelenggu dgn keberadaan makanan setiap saat

Lihat Bedanya? Mana yang mendukung kemampuan survival dan mana yang mendukung kemampuan Overeating.

“Metabolisme Ketosis support Survival”

“Metabolisme Glukosa support Overeating”

Jadi kalau mau jadi manusia yang bisa overeating (Live to Eat), jelas COCOK dengan pola makan Karbo tinggi. Tapi tidak jika mau jadi manusia yang mau membatasi makanan (Eat to Live) untuk melindungi diri dari efek buruk makanan terhadap tubuh manusia.

Ingat wadah terburuk manusia itu apa? Itulah akar berbagai PENYAKIT di jaman Modern. Jangan tunjuk Polusi, Kimia, dsb lalu memilih makanan organic namun tetap Overeating.

CULPRITnya itu OVEREATING

and that’s exactly what CARBS can do to YOU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ketut Mahendri
Saya Ketut Mahendri, sarjana Teknik Kimia dan ibu dari 3 orang anak. Saya praktisi diet Ketogenic, senang mengexplore berbagai masakan keto friendly yang saya tuangkan ke dalam ebook ini. Semoga ebook sederhana ini bisa membantu menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk menjalankan gaya hidup sehat rendah karbohidrat/diet Ketogenic..
Ketut Mahendri
Ketofy Kitchen Owner