LOGO MENU DIET KETOGENIK WHITE

Ebook 3 Minggu Variasi Menu Diet Keto nan Lezat khusus disajikan buat Anda

Persembahan khusus untuk Anda yang baru memulai diet Keto dan masih bingung dalam menjalankannya dan menyusun menu sehari-hari. Ebook ini disusun berdasarkan pengalaman penulis baik dalam menjalankan diet Keto ataupun memasak menu sehari-hari.  

Peranan AMPK Enzyme sebagai Pengontrol Metabolisme

Peranan AMPK Enzyme sebagai Pengontrol Metabolisme

Peranan AMPK Enzyme sebagai Pengontrol Metabolisme – AMPK Enzyme as The Humans Metabolic Switch
By : Tyo Prasetyo

Kebanyakan manusia di masa kini telah mengalami berbagai masalah kesehatan kronis akibat pola makan yang berlebihan. Dimana kondisi makan (Fed State) terus menerus, menyebabkan over nutrisi dan menurunkan kemampuan tubuh untuk melakukan berbagai perbaikan dan mempertahankan kesehatan dilevel sel.

Sebagai respon terhadap ekses kalori akibat konsumsi makanan berlebihan, maka kemampuan restorasi didalam sel pun menurun dan menghasilkan akumulasi protein yang rusak didalam sel.
Konsumsi makanan secara berlebihan di masa kini akibat ketersediaan pangan yang melimpah, mulai mengganggu kinerja gen-gen ditubuh yang mengatur penuaan sel, dan menyebabkan aktivasi gen-gen yang bersifat pro inflamasi menjadi dominan.

Ketika sel-sel mengalami over nutrisi dari sumber asupan makanan, maka kemampuan mobilisasi enzyme yang mengatur metabolisme manusia akan menurun. Efek samping yang terlihat dimasa kini akibat pola makan over nutrisi adalah obesitas, diabetes dan berbagai penyakit degeneratif yang berhubungan dengan gangguan metabolisme ditubuh.

Alasan terbesar mengapa saat ini kita masih hidup, adalah karena berbagai reaksi enzymatic didalam tubuh masih berlangsung didalam trilliunan sel di tubuh kita.
Sel dapat dibayangkan sebagai kumpulan reaksi kimia dan enzymatic secara biologis yang berlangsung setiap saat dalam daur hidup suatu sel.
Enzyme merupakan katalis yang membuat berbagai proses reaksi kimia didalam sel, bisa terus berlangsung didalam tubuh.
Fungsi vital dari setiap sel ditubuh manusia sangat bergantung dari aktivitas enzymatic didalam sel-sel tersebut.

Sejak 30 tahun yang lalu, para peneliti telah menemukan suatu enzyme yang disebut “AMPK”, dimana enzyme ini merupakan saklar utama yang mengontrol metabolisme didalam sel.
Dengan meningkatkan aktivitas enzyme AMPK ini didalam tiap sel ditubuh, maka kita dapat mengurangi efek destruktif dari penuaan yang tidak dapat dihindari, dan memicu rejuvenasi (revitalisasi) didalam sel yang akan meningkatkan vitalitas tiap sel didalam tubuh dalam melakukan fungsinya masing-masing.

Enzyme AMPK ini dapat ditemukan didalam semua sel ditubuh. Enzyme ini bertugas sebagai “Saklar Pengatur” yang menghambat faktor degeneratif didalam sel dan merejuvenasi kembali proses penuaan yang terjadi didalam sel.

Enzyme AMPK ini juga terlibat dalam berbagai proses seperti peluruhan lemak ditubuh (Lipolysis), metabolisme glukosa (Glycolysis), metabolisme lemak (beta-oxidation), pembentukan ketone (Ketogenesis), pembentukan mitochondria (Mitochondria Biogenesis), dan eliminasi terhadap akumulasi protein-protein yang rusak didalam sel (Autophagy).

Penelitian terhadap enzyme AMPK yang mengatur regulasi penuaan sel ini telah berlangsung lama. Hampir 7500 artikel dan literatur telah diterbitkan (PubMed) yang menjelaskan berbagai aspek dari fungsi enzyme AMPK ini, dimana AMPK merupakan singkatan dari “Adenosine Monophosphate-Activated protein Kinase”.
Salah satu properti terpenting dari enzyme AMPK ini adalah efeknya yang memicu berbagai faktor rejuvenasi dan perbaikan didalam sel.
Peningkatan ekspresi aktivitas enzyme AMPK menunjukkan efek respon terhadap stress yang dialami oleh suatu sel, dan berujung terhadap pembentukan resistansi yang lebih tinggi terhadap stress tersebut (Hormesis Adaptation).
Efek dari pembentukan resistansi yang meningkatkan ” Longevity” ini telah diteliti oleh banyak ilmuan, dan terbukti dapat memperpanjang umur sel diberbagai organisme.

Salah satu faktor yang didorong oleh enzyme AMPK ini adalah peningkatan ekspresi enzyme SIRT1. Dimana enzyme SIRT1 ini bekerja dengan cara menghambat gen-gen penuaan akibat stress didalam sel, respon inflamatif didalam sel, akumulasi cadangan lemak, dan pembentukan lemak baru.
Pembuktian yang telah jelas dan akurat hingga saat ini, melalui eksperimen terhadap hewan, menunjukkan pentingnya enzyme AMPK dalam mengaktivasi enzyme SIRT1 ini.

Dalam berbagai arah reaksi kimia didalam sel, enzyme AMPK dapat dibayangkan sebagai polisi pengatur lalu lintas, yang mengatur berbagai jalur metabolisme didalam sel. Seperti mengatur proses degradasi glukosa (Glycolysis) dan lemak (Lipolysis) sebagai metabolit sumber energi ditubuh untuk maju, kemudian menghentikan laju pembentukan lemak (Lipogenesis) agar tidak menyebabkan kemacetan (akumulasi) didalam tubuh.

Ketika kita masih muda, aktivitas enzyme AMPK ini membuat metabolisme kita berjalan dengan sempurna, sehingga idealnya manusia seharusnya selalu memiliki berat badan ideal dan bebas penyakit. Namun seiring bertambahnya umur, aktivitas enzyme AMPK ini menurun dan bisa menyebabkan peningkatan terhadap kadar gula darah (Hyperglycemic) dan kadar lemak ditubuh (Obesity).

Penurunan aktivitas enzyme AMPK ini didalam sel-sel ditubuh seiring dengan penuaan, menyebabkan berbagai efek degeneratif terhadap kesehatan, seperti :

* Akumulasi lemak diperut
* Inflamasi kronis
* Kenaikan gula darah
* Peningkatan serum Triglyceride
* Penurunan jumlah dan fungsi mitochondria (generator metabolisme) di dalam sel
* Akumulasi kerusakan protein didalam sel yang menurunkan fungsionalitas sel tersebut

Gangguan terhadap aktivitas enzyme AMPK ini akibat over nutrisi yang sering terjadi dimasa kini akibat banyaknya opsi kenyamanan yang tersedia, telah menunjukkan bagaimana pola makan manusia saat ini telah menyebabkan sel-sel ditubuh mengalami penuaan dini yang lebih cepat ketimbang manusia dimasa lalu saat justru makanan masih terbatas dan sulit diperoleh.
Penyakit metabolisme telah menjadi momok kesehatan terbesar yang membuat rentang hidup manusia di masa kini menurun.

Enzyme AMPK ini adalah enzyme rejuvenasi sel-sel ditubuh yang tidak membutuhkan sumber makanan tertentu dari luar tubuh untuk meningkatkannya, dan justru absennya makanan seperti melalui kondisi Puasa, akan memicu peningkatan aktivitas enzyme AMPK ini secara signifikan.
Pembatasan kalori dari unsur karbohidrat dan peningkatan aktivitas fisik seperti olahraga dengan intensitas tinggi, juga meningkatkan aktivitas enzyme AMPK ini.

Fastosis (Fasting on Ketosis) bertujuan untuk meningkatkan kembali aktivitas enzyme AMPK ini didalam sel-sel ditubuh, melalui adaptasi terhadap kondisi Puasa, pembatasan karbohidrat dan peningkatan aktivitas manusia di kondisi tanpa makanan (Puasa).

Sehingga tubuh manusia akan terpicu kembali untuk merestorasi segala kerusakan yang telah terjadi didalam sel-sel ditubuh, dengan meningkatkan aktivitas enzyme AMPK ini yang membuka jalur rejuvenasi sel melalui pengaktifan berbagai faktor seperti SIRT1, FOXO, P53.

Fastosis tidak mengajarkan untuk mengagungkan suatu jenis makanan tertentu. Makanan yang dipilih di jendela makan di Fastosis hanya bertujuan untuk mempertahankan kondisi Ketosis yang sudah diperoleh dari efek puasa yang panjang sebelumnya. Sehingga untuk melanjutkan puasa di keesokan hari menjadi lebih mudah dan menghasilkan kemampuan bertahan hidup tanpa makanan yang lebih tinggi.

Pengagungan terhadap jenis makanan tertentu dengan anggapan makanan tersebut memberi “Zat atau Faktor” yang dapat meningkatkan kesehatan, dapat menjerumuskan manusia terhadap pola makan yang berlebihan dan justru melupakan pentingnya Puasa sebagai pemicu utama aktivitas enzyme AMPK ini, yang dapat memperbaiki dan mempertahankan kesehatan pada manusia.

Evolusi manusia telah menunjukkan bagaimana manusia diciptakan sebagai spesies yang hidup dengan tidak selalu makan karena terbatasnya jumlah makanan dimasa lalu (Paleontology).
Sumber nutrisi essensial manusia sebenarnya tidak terletak dari jenis makanan tertentu (Plant Based) yang belum tentu ada disemua kondisi dibumi dengan berbagai variasi iklim dan geografi. Namun nutrisi essensial sebenarnya manusia terletak di faktor akses dan keberadaan sumber nutrisi tersebut, yang konstan dan mudah ditemukan dimuka bumi dengan berbagai perbedaan iklim dan geografi ini.

Manusia bertahan hidup dan berevolusi bukan karena kelebihan manusia untuk bisa mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar dan terus menerus. Namun sebaliknya manusia merupakan spesies yang paling unggul dimuka bumi ini, karena kemampuannya untuk tidak selalu bergantung kepada makanan untuk memenuhi kebutuhan energinya.
Terutama untuk otak manusia, yang merupakan organ metabolik pengkonsumsi energi terbesar dibandingkan spesies lain dimuka bumi, yang harus mendapatkan metabolit bahan baku energi secara konstan setiap saat, walau dalam kondisi keterbatasan sumber makanan (Brain on Ketone <- Ketogenesis <- Fatty Acid from Lipolysis <- Body Fat).

INGAT, kesehatan itu dijaga bukan dengan Makanan saja. Namun hal terpenting yang telah dilupakan manusia di masa kini adalah ABSENSI makanan dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak ada zat tertentu dimakanan selain makronutrisi dan micronutrisi essensial yang dibutuhkan manusia untuk “mempertahankan” hidup dan kesehatannya.
Jangan terjerumus dalam pengagungan jenis makanan yang dapat membuat kita menjadi manusia yang berlebih-lebihan dimuka bumi.

START FASTING & STOP EATING

The Rejuvenation Enzyme
Is Not From Foods
It’s Actually from
The Absence of Foods”
(Tyo Prasetyo)

Share this Knowledge with Love not Hate
Fasting Adaptation Should Have Make You a Lover NOT a Hater

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ketut Mahendri
Saya Ketut Mahendri, sarjana Teknik Kimia dan ibu dari 3 orang anak. Saya praktisi diet Ketogenic, senang mengexplore berbagai masakan keto friendly yang saya tuangkan ke dalam ebook ini. Semoga ebook sederhana ini bisa membantu menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk menjalankan gaya hidup sehat rendah karbohidrat/diet Ketogenic..
Ketut Mahendri
Ketofy Kitchen Owner